wirania swasty

Bentuk Signage

Sign membutuhkan pemahaman tempat yang akan dirancang dan urutan pesan yang akan dikomunikasikan, hal tersebut dapat menjadi panduan bagi desainer dalam menentukan di mana dan bagaimana untuk memasang sign. (Gibson, 2009:110).

Sign tak secara ajaib mengambang di lokasi, tapi harus dipasang pada sesuatu permukaan. Dapat dilihat biasanya signage memiliki tampilan dengan berbagai sistem, ada yang berdiri (freestanding), menempel pada dinding (wall mounted), atau juga yang menggantung di langit-langit sebuah ruangan (ceiling hung). Itu semua merupakan sistem yang digunakan untuk penempatan signage di berbagai lokasi sebagaimana terlihat pada gambar berikut ini:

Berbagai sistem pemasangan (Calori, 2007: 155)

Untuk memperindah atau memperunik signage agar lebih menarik perhatian, dapat  juga memadukan dua sistem signage atau lebih; seperti memadukan sistem freestanding dengan ceiling hung atau wall mounted dengan flag mounted dan seterusnya.

Bentuk dasar tampak depan

Berbagai bentuk geometris menjadi bentuk dasar suatu signage, seperti kotak, persegi, bulat, elips, trapesium, segitiga, dan sebagainya. bentuk-bentuk tersebut dapat digunakan baik secara monolith, lollipop atau multiple-posted. Adapun grafis (informasi teks maupun piktogram) akan paling efisien pada bentuk persegi atau kotak.

Dua atau lebih bentuk-bentuk dasar tersebut dapat digabungkan secara bertumpuk/ layering. Layer menciptakan daya tarik mendalam.

dua bentuk dasar yang digabung (Lokasi jl. Asia-Afrika & Braga-Bandung)

Konotasi Bentuk

Bentuk elips memberikan kesan tradisional sementara bentuk kotak, persegi dan lingkaran memberikan kesan kontemporer. Kadang sign system dalam suatu area atau bangunan terdiri dari beragam bentuk – kuncinya adanya selaras bentuk satu dan lainnya agar selaras dengan konsep desain secara keseluruhan. demikian pula, sign system terdiri dari beberapa jenis sign. Program sign yang terancang baik harus berbagi kesamaan visual yang saling berhubungan satu sama lain. inilah yang dinamakan kesatuan bentuk (unity).

Selain itu, makin sederhana bentuk yang dipakai , memiliki kesan makin kontemporer. Sebaliknya, makin rumit maka makin terlihat klasik/ tradisional.

Konotasi bentuk (klasik-kontemporer)

 

Referensi

Calori, Chris, 2007. Signage and Wayfinding Design. United States America: John Wiley & Sons.

Gibson, David, 2009. The wayfinding handbook. New York: Princeton Architectural Press.

Tagged on: , , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: