wirania swasty

Leading

Leading atau actuating merupakan komponen ketiga dari proses manajemen. Setelah organisasi mempekerjakan orang-orang untuk menghidupkan sumber daya keuangan, fisik dan informasi, manager melakukan fungsi manajemen “memimpin” dengan mempengaruhi, memandu dan mengarahkan pegawai untuk mencapai tujuan. Hakikat kepemimpinan: Proses mempengaruhi dan mengarahkan pegawai untuk bekerja dalam meraih tujuan organisasi. Dengan demikian, manajer memimpin untuk menjembatani antara merumuskan rencana dan mencapai tujuan.

Kepemimpinan tidak sama dengan manajemen. Manajemen lebih luas ruang lingkupnya terdiri dari empat fungsi manajemen. Kepemimpinan adalah hanya salah satu dari empat fungsi ini. Tidak semua manajer adalah pemimpin yang baik; demikian pula tidak semua pemimpin adalah manajer yang baik.

Terdapat lima komponen fungsi “leading” antara lain:

Otoritas – menunjukkan hak seorang pemimpin untuk memberikan perintah dan permintaan tindakan dari bawahan; hak untuk menuntut tindakan dari karyawan serta hak untuk mengambil tindakan. Tanpa kewenangan, manager tidak mampu mengatur, berinisiasi atau mempertahankan proses manajemen. Otoritas berkisar memperoleh hak untuk menuntut tindakan dari karyawan dan hak untuk mengambil tindakan. Otoritas tertinggi terletak pada pemilik atau pemegang saham organisasi. Otoritas dialihkan ke bawah dari pemilik atau pemangku kepentingan

Kekuasaan – kemampuan manajer untuk mempengaruhi perilaku nya karyawan

Tanggung Jawab – kewajiban untuk mencapai tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan yang diperlukan

Delegasi – proses untuk menempatkan tanggung jawab dan wewenang untuk mencapai tujuan organisasi

Akuntabilitas – evaluasi seberapa baik individu memenuhi tanggung jawab mereka

 

Teori Kepemimpinan

  • Teori karakteristik melibatkan identifikasi dan analisis ciri-ciri pemimpin yang kuat
  • Teori Perilaku melihat bagaimana pemimpin yang sukses berperilaku berbeda dibandingkan dengan para pemimpin gagal
  • Teori kontingensi mencoba untuk menentukan gaya kepemimpinan yang terbaik untuk situasi tertentu

 

Kepemimpinan yang efektif tergantung pada komunikasi yang konstan antara pemimpin dan karyawan mereka. Dalam kepemimpinan, penting untuk memahami faktor Individu dalam organisasi, di antaranya:

  • Kontrak Psikologis yang merupakan kesepakatan tak tertulis, harapan individu.
  • Kesesuaian tenaga kerja yang dibutuhkan. Ketika lingkungan organisasi berubah, tuntutan kualifikasi tenaga kerja pun berubah.
  • Keragaman individu dalam organisasi. Hal ini dapat menjadi potensi positif sekaligus sumber konflik.

Motivasi adalah sesuatu yg mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu (French & Raven dalam Sule& Saefullah, 2010). Adalah penting bagi manajer memahami apa yang memotivasi perilaku karyawan mereka. Mengapa? Hal ini dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Di samping itu, kinerja ditentukan oleh kemampuan karyawan, motivasi, lingkungan kerja dan sumber daya.

teori kebutuhan 1

Berikut terdapat beberapa perilaku individu dalam berorganisasi:

  1. Locus of control: keyakinan ttg hasil yg diperoleh atas yg dilakukan
  2. Self-Eficacy: kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu
  3. Authoritarianism: keyakinan akan peran tingkatan hirarki dalam organisasi & kaitannya dg kekuasaan dlm organisasi
  4. Machiavellism: bertindak rasional, mengontrol orang lain namun rendah tingkat loyalitasnya
  5. Self-Esteem: keyakinan atas layak mendapatkan penghargaan
  6. Risk Propensity: pengambilan resiko & menjawab tantangan

 


Daftar Pustaka

Du Toit, Erasmus, Strydom. 2010. Introduction to Business Management 8e. Cape Town: Oxford University Press.

Sule, E. T., and Saefullah, K. 2010. Pengantar Manajemen- Edisi Pertama. Jakakta: Prenada Media Group.

Leave a Reply

%d bloggers like this: