wirania swasty

Media Planning

Berbicara soal manajemen, dikenal prinsip POLC, singkatan dari Planning, Organizing, Leading, dan Controlling. Prinsip manajemen tersebut berlaku dalam segala bentuk pengelolaan organisasi, baik bisnis maupun organisasi nirlaba. Prinsip ini juga banyak diterapkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang advertising dan media. Inti dari sebuah planning atau perencanaan adalah rangkaian kegiatan yang saling berhubungan dalam memilih salah satu di antara beberapa alternatif untuk mencapai tujuan sebuah organisasi/perusahaan. Dalam perusahaan yang bergerak di bidang media, dibutuhkan yangnamanya media planning agar program pemasaran mencapai tujuan yang diharapkan.

Jadi apakah pengertian media planning itu? Media planning adalah sebuah rencana aksi mengkomunikasikan pesan ke target market pada waktu dan frekuensi yang tepat (Tuckwell, 2013). Sumber lain mengartikan sebagai proses merancang suatu tindakan yang menunjukkan bagaimana waktu dan ruang periklanan akan digunakan untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan pemasaran (Bolen, 1986:464). Sedangkan Georgen dan Michael Belch (2001) mendefinisikan media planning sebagai serangkaian keputusan yang terlibat dalam menyampaikan pesan promosi kepada calon pembeli dan atau pengguna produk atau merek.jadi tugas media planner adalah bagaimana menggunakan media untuk menyampaikan pesan iklan secara efektif menysar pada target audience dan secara efisien dengan biaya yang rendah. Tugasnya memberikan jawaban terhadap pertanyaan: “Bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan iklan kepada calon pembeli dari suatu produk atau jasa” BUKAN: menjual produk atau jasa yang diiklankan, TETAPI: menyampaikan iklan/pesan kepada khalayak yang tepat, yaitu khalayak sasaran yang dijabarkan dalam strategi pemasaran.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan media sebagaimana dikutip dari Merrill dan Lowenstien (1979):
• Pendidikan Tinggi: semakin tinggi tingkat pendidikan semakin terspesialisasi bidang yang dipelajari. Ini yang melahirkan jurnal-jurnal yang bersifat khusus.
• Affluence (kemakmuran): Semakin makmur suatu masyarakat, semakin banyak konsumsi kebutuhan tersier yang dapat dilakukan.
• Leisure time (waktu luang): konsumsi media berkaitan dengan waktu luang yang dimiliki. Masyarakat yang sudah makmur memiliki waktu luang yang lebih besar. Dalam setahun mereka mungkin hanya bekerja sekitar 8 bulan, sehingga mereka cukup punya waktu luang. Waktu luang inilah yang digunakan untuk melakukan kegiatan yang bersifat rekreatif seperti mengkonsumsi media, berwisata, menonton pertandingan olah raga dan sebagainya.
• Ukuran Penduduk: harus ada sejumlah besar khalayak.

Perencana Media membutuhkan informasi penting dari klien. Oleh karena itu dilakukan media briefing, yang di dalamnya meliputi informasi mengenai:
• Bentuk Komunikasi
• Kelompok target/psikografis, pola konsumsi dll
• Kelompok target (hubungannya dengan media)
• Konten Komunikasi
• Jadwal/penayangan
• Anggaran/budget
• Jenis Komunikasi Lain (event, pameran dll)
• Kegiatan Kompetitor

Setelah itu, diperlukan merumuskan media objectives diantaranya:
• Who: siapa target audience?
• What: Apa pesan yang ingin disampaikan?
• Where: Di mana pasar yang diprioritaskan?
• When: Kapan waktu terbaik untuk beriklan?
• How: berapa lama, berapa sering dan berapa banyak beriklan?

Setelah merumuskan media objectives, disusunlah media strategy yang mencakup banyak faktor yang dievaluasi dan mereka biasanya peringkat ke berdasarkan prioritas di antaranya:
• Target market and media matching strategy
• Strategi kreatif mempengaruhi media choices
• Keputusan pilihan berdasarkan budget
• Keputusan waktu penting untuk scheduling
• Reach, frequency, and continuity priorities
• Budget

Dan tahap terakhir adalah media execution, yang meliputi tiga tahap.proses keputusan yaitu jenis media, kelas dan medium spesifik. Dalam hal ini, ketika memilih media tertentu, CPM (Cost per Mill) adalah faktor yang menentukan.

Analisis audience yang meliputi demografi, psikografi, analisis gaya hidup, serta skema keseharian target audience perlu diperlajari dalam mempertimbangkan pemilihan media yang sesuai. Selain target audience, media planner pun perlu mengetahui karakteristik-karakteristik media cetak, media elektronik dan media promosi lainnya. Dengan mengetahui keunggulan dan kelemahan masing-masing media, kita dapat menentukan dan memilih media mana yang tepat. Dan dengan berkembangnya teknologi informasi teknologi dan internet, media yang dapat dimanfaatkan berupa iklan di web, aplikasi bahkan broadcast sms.

Dapatkah kalian menyebutkan satu per satu keunggulan dan kelemahan masing-masing media cetak dan media massa serta mobi-adds?

Leave a Reply

%d bloggers like this: