wirania swasty

Perubahan dan Inovasi

Seiring dengan jaman yang berkembang dengan pesat, individu maupun organisasi harus mampu mengikuti perubahan yang ada. Organisasi yang gagal merencanakan, mengantisipasi, dan beradaptasi dengan akurat terhadap perubahan cenderung tidak akan bertahan.

Menurut Robbins and Coulter (2012), Tipe Perubahan digolongkan ke dalam tiga dimensi sebagai berikut:
STRUKTUR
• lingkungan eksternal / strategi organisasi
• Komponen struktural: departemen, level organisasi, jumlah karyawan
• Desain struktural: akuisisi,/ merger
TEKNOLOGI
• Proses kerja
• Metode: otomatisasi, komputerisasi
• Peralatan
ORANG/ INDIVIDU
• Sikap & Tingkah laku
• Persepsi
• Ekspektasi

Lalu, Mengapa Individu Menolak Perubahan? Yang pertama dikarenakan adanya ancaman akan kehilangan posisi, kekuasaan, status, kualitas hidup, dan otoritas. Alasan lainnya adalah ketidakamanan ekonomi terkait pekerjaan atau tingkat kompensasi. Sebagai contoh, sebuah perusahaan akan diakuisisi oleh perusahaan lain. Secara tak langsung seorang pimpinan akan merasa terancam takut kehilangan posisinya. Alasan lain mengapa individu menolak perubahan adalah ketakutan manusia yang alamiah terhadap ketidaktahuan yang dibawa oleh perubahan dan adanya kemungkinan perubahan hubungan pertemanan. Selain itu karena dihadapkan dengan orang, proses, sistem, teknologi, atau harapan baru, karyawan biasanya takut mereka kurang kompeten untuk berubah. Mereka yang kurang memiliki keahlian terutama di bidang teknologi informasi akan mereasa terancam dengan kehadiran teknologi, otomasisasi dan sebagainya. Penyebab lain terhadap penolakan individu adalah gagal mengenali informasi tentang perlunya berubah sehingga karyawan meyakini bahwa apa yang akan berubah adalah jelek.

Sedangkan halangan-halangan organisasi untuk berubah salah satunya disebabkan kegagalan perubahan sebelumnya serta perubahan dianggap sebagai ancaman terhadap keseimbangan kekuasaan dalam organisasi

Untuk itu, diperlukan strategi dalam mengatasi penolakan untuk berubah. Yang paling utama adalah memiliki alasan untuk berubah. Seorang individu maupun sebuah organisasi bisnis harus menyadari pentingnya berubah untuk kemajuan dirinya agar dapat mengikuti perubahan jaman. Strategi lainnya jelas dibutuhkan keterlibatan semua pihak dari seluruh tingkatan hierarki organisasi yang ada. Keterlibatan seluruh pihak juga harus diikuti dengan komunikasi terus-menerus serta adanya pemimpin yang mendukung perubahan.

Untuk dapat mengembangkan kepekaan terhadap perubahan lingkungan khususnya organisasi bisnis, diskusikan tugas kelompok sebagaimana diinstruksikan dalam gambar di bawah ini.

#5 tugas perubahan & Inovasi

INOVASI
Inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi baru (Schumpeter, 1934). Istilah inovasi dijelaskan oleh Adair (1996) bukan berarti original tetapi lebih ke newness (kebaruan). Inovasi dapat ditinjau dari dimensi ruang di mana produk atau jasa dipandang sebagai sesuatu yang baru di suatu tempat namun tidak ditempat lain. Inovasi pun berkaitan dengan dimensi waktu artinya inovasi merupakan kebaruan di jamannya. Misal, candi Borobudur merupakan bangunan kuno sebagai suatu karya bersifat inovatif di jamannya. Sama halnya dengan Nokia Communicator merupakan produk telepon selular yang inovatif pada saat itu, di mana telepon selular lain hanya bisa dipakai untuk menelepon dan hanya mengirimkan pesan singkat saja.

Inovasi dalam organisasi merupakan pengembangan dan implementasi ide baru yang mempunyai dampak pada teori, praktek, produk, ataupun perbaikan proses kerja sehari-hari dan desain kerja. Penelitian inovasi dalam organisasi dapat dilakukan dalam tiga level yaitu level individu, level kelompok, dan level organisasi (Adair, 1996; de Jong & Den Hartog, 2003).

Inovasi berdasarkan kecepatan perubahan dibagi ke dalam kelompo radikal dan incremental. Inovasi yang radikal berskala besar, dikelola oleh bagian riset dan pengembangan. Biasanya dilakukan pada organisasi bisnis di bidang manufaktur. Sementara inovasi inkremental berskala kecil dan biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait (yang membutuhkan).

Inovasi tidak hanya menciptakan suatu produk atau inovasi dalam hal teknologi. Inovasi pun dapat terkait layanan dan proses. Brazeal & Herbert (1997) mengelompokkan inovasi berdasarkan fungsi adalah inovasi teknologi (produk, layanan, proses) dan inovasi administrasi (organisasional, struktural, sosial). Semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’, yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi (Wess & Farr dalam De Jong & Kemp, 2003). Inovasi memiliki dimensi kreativitas yaitu kemampuan untuk mengembangkan ide baru yang terdiri dari tiga aspek yaitu keahilan, kemampuan berfikir fleksibel dan imajinatif, dan motivasi internal. Selain itu, dimensi lain dari inovasi adalah pengambilan resiko di mana harus ada kemampuan untuk mendorong ide baru, menghadapi rintangan yang ada sehingga pengambilan resiko merupakan cara mewujudkan ide yang kreatif menjadi realitas (Bryd & Bryman, 2003).

Perhatikan Video tentang sejarah Perusahaan Ford. Perubahan dan inovasi apa saja yang telah dilakukan perusahaan tersebut?

Pustaka:
• Ivancevich, J. M., Konopaske, R., Matteson, M. T. 2008. Perilaku dan Manajemen Organisasi – edisi ketujuh jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
• Jones, G. R., George, J. M., 2008. Contemporary Management 5th ed. New York: McGraw-Hill/ Irwin.
• Robbins, S. P., and Coulter, M. 2012. Management- eleventh edition. Harlow: Pearson Education Limited.
• Sule, E. T., and Saefullah, K. 2010. Pengantar Manajemen- Edisi Pertama. Jakakta: Prenada Media Group.

Leave a Reply

%d bloggers like this: