wirania swasty

Mengubah Thesis menjadi Tulisan Ilmiah

Berikut saya tulis sedikit sharing dari Dr. Didit Widyatmoko Soewardikoen, seorang dosen senior yang mengajar di program studi Desain Komunikasi Visual – Telkom University. Bagaimana mengubah thesis kita menjadi tulisan ilmiah seperti jurnal maupun prosiding? Pasti di antara kita yang baru saja lulus s2 mempunyai karya ilmiah thesis. Dan kita pun memiliki kewajiban untuk mempublikasikan karya ilmiah tersebut ke dalam jurnal/ prosiding. Bagaimana sih mempersingkat tulisan dari puluhan halaman menjadi hanya 8 hingga 15 halaman? Tentunya bingung dalam memilah-milih bagian mana yang penting serta bagian mana yang kurang penting untuk dicantumkan ke dalam tulisan.
Berikut ini Pak Didit, sapaan akrabnya, berbagi ilmu dalam sebuah diskusi ringan di sore hari di gedung Fakultas Industri Kreatif. Pertama, pemilihan judul. Harus catchy dan jangan terlalu panjang. Selanjutnya abstrak. Untuk menyusun abstrak 300 kata tentulah gampang-gampang sulit. Namun dalam 300 kata tersebut, setidaknya ada 6 hal yang perlu dicantumkan dalam abstrak antara lain:
1. Introduction: berupa latar belakang masalah yang harus relevan dengan pembaca yang langsung membawa pada permasalahan, serta fenomena yang diangkat harus yang actual.
2. Problem statement: masalah apa yang diangkat dalam penelitian tersebut?
3. Methods: pengumpulan dan analisis data memekai apa? Observasi? Studi kasus?
4. Aims: apa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut?
5. Result: menjabarkan hasil penelitian
6. Benefit: apa manfaat yang diperoleh dari penelitian tersebut?
Keywords biasanya maksimal 5 kata, keywords atau kata kunci merupakan acuan pada saat googling. Penting untuk mencari kata kunci yang tepat untuk sitasi.
Masuk ke tulisan inti, yang mencakup introduction, research question, theoretical reviews, methods (data collecting & data analyzing), discussion, finding & recommendation. Intinya, untuk merampingkan tulisan hingga hanya 8-15 halaman, pilihlah gambar atau foto-foto yang menarik dan cukup jelas jika dicetak hitam-putih. Selain itu, sebagai karya tulis iliah, jangan ada statement yang diulang-ulang. Pak Didit pun menganjurkan untuk memilih dan memakai salah satu metode analisis.
Sekian, sharing dari kami. Semoga bermanfaat. Mari menulis!

Leave a Reply

%d bloggers like this: