wirania swasty

Penetapan Target Market

Sebagaimana telah dibahas pada postingan sebelumnya, segmentasi adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah (Kotler & Armstrong, 2008). Menurut Kotler (2000), agar dapat berguna, segmen-segmen pasar harus:

  • ­Terukur: terutama daya beli
  • ­Dapat diakses: segmen tersebut terjangkau & dapat dilayani
  • ­Substansial: cukup besar & menguntungkan untuk dilayani
  • ­Dapat dibedakan: memberikan tanggapan beda terhadap  marketing mix yang berbeda.
  • ­Dapat ditindaklanjuti: program efektif dapat dirumuskan untuk melayani segmen tersebut.

 

Setelah mengidentifikasi segmen pasar, tahap selanjutnya adalah mengevaluasi tiap-tiap segmen dan memutuskan segmen mana yang akan dijadikan target.

Mengevaluasi segmen pasar

Untuk menargetkan segmen pasar terbaik, mula-mula perusahaan mengevaluasi masing-masing segmen pasar. Pertama, perusahaan mengevaluasi apakah segmen tersebut potensial dan memiliki karakteristik menarik seperti ukuran dan pertumbuhan. Setelah itu, perusahaan harus mempertimbangkan apakah segmen tersebut sesuai denga tujuan dan sumber daya perusahaan. Jika tak sesuai, segmen tersebut dapat diabaikan. Setelah itu, perusahaan kemudian memilih satu strategi targeting.

 

 

Memilih Segmen Pasar

Perusahaan dapat mempertimbangkan satu dari lima pola targeting sebagaimana diungkapkan oleh Abell (1980):

  1. Konsentrasi segmen tunggal
  2. Spesialisasi selektif
  3. Spesiaisasi produk
  4. Spesialisasi pasar
  5. Cakupan seluruh pasar (pemasaran massal & terdiferensiasi)

 

Diskusi

Sebutkan masing-masing resiko dari pola penetapan pasar sasaran (targeting) tersebut!

 

Referensi

Abell, D.F. 1980. Defining the Business: the Starting Point of Strategic Planning. NJ: Prentice Hall dalam Kotler, P. 2000. Marketing Management Millenium edition. New Jersey: Prentice Hall.

Kotler, P. & Armstrong, G. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran jilid 1 – Edisi 12. Jakarta: Penerbit Erlangga

12 thoughts on “Penetapan Target Market

  1. Regina Tatiana

    Regina Tatiana (1601142182) :

    Konsentrasi segmen tunggal : Resikonya adalah apabila konsumen suatu produk secara tiba-tiba berhenti membeli maka penghasilan perusahaan akan menurun tajam atau pesaing mungkin menyerang segmen tersebut.

    Spesialisasi selektif : pola targeting ini minim resiko dikarenakan multi segmen sehingga jika salah satu segmen melemah, segmen yg lain bisa di perkuat.

    Spesiaisasi produk : resiko pola targeting ini adalah produk kita bisa tergantikan oleh produk yang lebih baru dan inovatif

    Spesialisasi pasar
    Cakupan seluruh pasar (pemasaran massal : ini bisa terjadi kebingungan pada konsumen karena luasnya segmen & terdiferensiasi : resiko dari pola segmentasi ini adalah overpositioning )

  2. widiputriardiyanti

    nama: Widi Putri Ardiyanti
    NIM: 1601144085

    1. Resiko dari konsentrasi segmen tunggal : apabila konsumen suatu produk secara tiba-tiba berhenti membeli maka penghasilan perusahaan akan menurun tajam atau pesaing mungkin menyerang segmen tersebut.
    2. Resiko dari spesialisasi selektif : Pendifersifikasian resiko perusahaan.
    3. Resiko spesialisasi produk: produk tersebut mungkin digantikan oleh teknologi yang benar-benar baru.
    4. Resiko dari spesialisasi pasar: bahwa kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka.
    5. resiko dari cakupan seluruh pasar: membutuhkan biaya dan sdm yang besar agar mampu memenuhi semua kebutuhan pasar

  3. M. Thezar Prasetya 1601144069 MD38_A_B

    1.Konsentrasi segmen tunggal. Resikonya kalo si konsumen udah berenti beli, pendapatan perusahaan akan turun drastis.
    2. Spesialisasi selektif. Resikonya mungkin terdapat sedikit atau tidak ada sinergi di antara segmen-segmen tersebut.
    3. Spesiaisasi produk, Resikonya jika perusahaan tersebut produknya sudah ketinggalan jaman (perubahan gaya hidup ataupun materinya sudah tidak digunakan lagi, berpindah standar), perusahaan itu akan di tinggalkan konsumennya.
    4. Spesialisasi pasar. Resiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka.
    5. Cakupan seluruh pasar (pemasaran massal & terdiferensiasi) Resikonya pemasaran massal adalah, dia hanya fokus kepada keuntungan perusahaan. tidak memfokuskan diri terhadap beberapa segmen konsumen. brandnya tidak valuable.

  4. Mohamad Farid R

    resiko konsentrasi segmen tunggal adalah apabila konsumen suatu produk secara tiba-tiba berhenti membeli maka penghasilan perusahaan akan menurun tajam atau pesaing mungkin menyerang segmen tersebut
    resiko spesialis selektif adalah jika segmen yang dipilih salah maka akan merugikan perusahaan tersebut secara besar dan tidak dapat menguntungkan
    resiko spesialis produk adalah produk tersebut mungkin digantikan oleh teknologi yang benar-benar baru.
    resiko spesialis pasar adalah bahwa kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka.
    resiko cakupan seluruh pasar adalah over segmenting yang membuat perusahaan tersebut kelebihan mengeluarkan biaya pemasaran

    Nama :Mohamad Farid R
    Kelas : MD’38-A
    NIM : 1601140309

  5. Haris Prasetyo

    1.Resikonya adalah apabila konsumen suatu produk secara tiba-tiba berhenti membeli maka penghasilan perusahaan akan menurun tajam atau pesaing mungkin menyerang segmen tersebut.
    2.Banyak yang harus dipikirkan tidak terkonsentrasi pada satu hal segmen
    3.Resiko produk mungkin saja digantikan dengan sesuatu hal atau teknologi yang baru
    4.hanya beberapa perusahaan besar yang dapat mencakupi semua pasar
    5.tidak bisa leluasa dalam mencari target pasar (spesialisasi pasar)

  6. Farray Al Dino

    Farray Al Dino 1601142298 MD38_AB

    1. Kerugian akan terjadi saat konsumen mulai meninggalkan produk karena bosan
    2. Mudah ditinggalkan konsumen
    3. Munculnya produk lain yang lebih canggih dan up-to-date
    4. Harus memotong anggaran dan mengurangi pembelian
    5. Memakan banyak Biaya

  7. Riesa Amalia

    1. Konsentrasi segmen tunggal : Ketika segolongan konsumen mendadak berhenti membeli suatu jenis produk, maka penghasilan perusahaan yang memproduksi produk tersebut menurun tajam. Atau seorang pesaing mungkin menyerang segmen tersebut.

    2. Spesialisasi selektif : Memakan waktu lama dalam melakukan penyeleksian

    3. Spesiaisasi produk : produk tersebut dapat digantikan oleh teknologi yang benar-benar baru, dan menyebabkan penjualan menurun tajam

    4. Speasialisai pasar : kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka dan mengurangi pembelian.

    5. Cakupan seluruh pasar (pemasaran massal & terdiferensiasi) :Akan lebih mahal untuk mengelola persediaan yang terdiri dari bebagai jenis produk, Perusahaan harus menjangkau segmen pasar yang berbeda dengan program promosi yang berbeda

    Riesa Amalia 1601144431 MD38D

  8. R.Rangga Ahmad Sulaiman (MD38A_B)

    1. cakupan pasar kurang luas dan income terbatas
    2. pengguna produk/ barang yang dijual ter-sekat atau terbatasi dinding2 selektif yang kita buat
    3. modal biasanya tinggi
    4. kualitas produk kurang baik.
    5. saingan banyak

  9. Arya Zulfikar Rohmawan (1601144181)

    Resiko pola penetepan pasar;

    1. Konsentrasi segmen tunggal, resikonya, apabila konsumen yang merupakan sebagai pasar suatu produknya mulai berhenti membeli produk maka penghasilan perusahaan akan berkurang, Kompetitor pun akan juga akan menyerang segmen pasar,

    2. Spesialisasi selektif, resikonya, karena selektif dalam pemilihan segmen pasar yang objektif, persaingan akan semakin berat, dan perusahaan harus berani mengeluarkan biaya yang lebih untuk mempromosikan produknya agar konsumen memilih produknya.

    3. Spesialisasi produk, resikonya, jika produk yang sama saja tidak adanya inovasi di produknya akan kalah bersaing dengan produk yang sesuai dengan perkembangan zaman.

    4. Spesialisasi pasar, resikonya, jika konsumen mengurangi pembelian dan melakukan anggaran kebutuhannya, perusahaan akan mengalami kerugian.

    5. Cakupan seluruh pasar (pemasaran massal & terdiferensiasi), resikonya adalah pengerluaran akan semakin besar, pengeluaran biaya seperti biaya promosi, biaya produksi, biaya administrasi akan semakin besar. jadi pola ini yang sanggup hanya perusahaan yang besar.

  10. Siska Natalya

    1. Konsentrasi segmen tunggal
    Terfokus hanya ke satu segmen

    2. Spesialisasi selektif
    Mungkin saja segmen lain berpotensi

    3. Spesiaisasi produk
    Bisa saja produk lain berpotensi

    4. Spesialisasi pasar
    Mungkin saja pasar tersebut tidak berpotensi

    5. Cakupan seluruh pasar (pemasaran massal & terdiferensiasi)
    Belum tentu semua pasar berpotensi

  11. Maulana Iberahim

    1. Resiko Konsentrasi Segmen Tunggal : Jika ada konsumen dari produk perusahaan tiba-tiba berhenti maka pendapatan perusahaan akan menurun secara drastis.

    2. Resiko Spesialisasi Selektif : pendapatan statis, karena hanya menguasai golongan tertentu. dan mempunyai tingkat kesulitan yang lumayan untuk memperluas pasar

    3. Resiko Spesialisasi Produk : produk dari perusahaan akan tergantikan oleh produk dengan teknologi yang lebih baru dan lebih inovatif

    4. Resiko Spesialisasi Pasar : Memungkin pelanggan untuk memotong anggaran sendiri sehingga akan mengurangi pembelian produk perusahaan.

    5. Resiko Cakupan Seluruh Pasar : Mengeluarkan biaya modal yang tidak sedikit, jika tidak maka perusahaan akan bangkrut. Karena perusahaan harus melayani seluruh kelompok konsumen yang memiliki kebutuhan produk yang berbeda-beda.

  12. yayang diyen amelia

    konsentrasi segmen tunggal
    Jika ia menjadi pemimpin di segmen tersebut, perusahaan dapat menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang tinggi. Ketika segolongan konsumen mendadak berhenti membeli suatu jenis produk, maka penghasilan perusahaan yang memproduksi produk tersebut menurun tajam. Atau seorang pesaing mungkin menyerang segmen tersebut. Dengan alasan itu, banyak perusahaan lebih suka beroperasi di lebih dari satu segmen.
    spesialisasi selektif
    Mungkin terdapat sedikit atau tidak ada sinergi diantara segmen-segmen tersebut, namun masing-masing berpotensi sebagai penghasil uang. Strategi cakupan multi-segmen itu memiliki keuntungan pendiversifikasian risiko perusahaan.
    spesialisasi produk
    Melalui strategi spesialisasi produk, perusahaan membangun reputasi yang kuat di bidang produk tertentu. Risiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa produk tertentu tersebut mungkin digantikan oleh produk yang sejenis yang lebih canggih.
    spesialisasi pasar
    perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu. Perusahaan mendapatkan reputasi yang kuat dengan mengkhususkan diri dalam melayani kelompok pelanggan itu dan menjadi saluran pemasaran bagi semua produk baru yang mungkin digunakan oleh kelompok pelanggan ini. risiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka.
    cakupan seluruh pasar
    perusahaan mengabaikan perbedaan segmen pasar dan meraih seluruh pasar dengan satu tawaran pasar. Ia memusatkan perhatian kepada kebutuhan pembeli yang bersifat dasar dan bukannya perbedaaan diantara pembeli. Ia merancang suatu produk atau suatu program pemasaran yang akan menarik jumlah pembeli terbesar. Ia menggantungkan diri kepada distribusi dan pengiklanan masal. Ia berusaha memberikan citra produk yang superior ke dalam benak orang-orang. Pemasaran yang terdiferensiasi sering dipandang sebagai “rekan pemasaran bagi standarisasi dan produksi masal di perusahaan manufaktur. Lini produk yang sempit menurunkan biaya litbang, produksi, persediaan, transportasi, riset pemasaran, periklanan dan manajemen produk. Program periklanan yang tidak terdiferensiasi menurunkan biaya periklanan. Sepertinya, perusahaan dapat mengubah biayanya yang lebih rendah menjadi harga yang lebih rendah sehingga dapat menang di segmen pasar yang peka terhadap harga.

Leave a Reply

%d bloggers like this: